APA
ARTI PENTINGNYA MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK ???
Pada pembukaan bukunya tentang manajemen proyek perangkat lunak, Meiler
Page Jones [PAG85] membuat pernyataan yang dapat digaungkan oleh banyak konsultan
rekayasa perangkat lunak:
“ Saya telah mengunjungi banyak toko komersial baik yang buruk maupun yang baik, dan saya telah menilai para manajer pemrosesan data, yang baik maupun yang buruk. Sangat sering juga saya melihat dengan perasaan takut ketika manajer-manajer tersebut secara sia-sia bertarung melalui proyek yang penuh mimpi buruk, menggeliat di bawah batas waktu yang tidak mungkin dipenuhi, atau sistem penyampaian yang membuat kecewa/marah pemakai mereka dan terus menelan batas waktu pemeliharaan.”
Yang digambarkan oleh Page-Jones adalah gejala yang berasal dari
serangkaian masalah teknis dan manajemen. Dengan kita mengetahui apa pentingnya
manajemen proyek perangkat lunak yaitu untuk memastikan kualitas pada saat
sebuah proyek dilakukan dan mengontrol perubahan di sepanjang hidup sebuah
aplikasi.
SPEKTRUM MANAJEMEN
SPEKTRUM MANAJEMEN
Manajemen proyek perangkat lunak yang efektif berfokus pada tiga P :
people (manusia), problem (masalah), process (proses). Manajer yang lupa bahwa
kerja rekayasa perangkat lunak merupakan usaha manusia yang intens, tidak akan
pernah meraih sukses dalam manajemen proyek. Seorang manajer yang gagal
melakukan komunikasi pelanggan yang komprehensif di awal evolusi sebuah proyek,
beresiko membangun pemecahan yang elegan untuk masalah-masalah yang salah.
Akhirnya, manajer yang tidak begitu memperhatikan proses, berisiko menyisipkan
metode teknik yang cakap serta peranti ke dalam sebuah ruang hampa.
Manusia
Manusia
Kenyataannya,
“ faktor manusia” sangat penting
sehingga Software Engineering Institute telah mengembangkan sebuah model kematangan kemampuan manajemen manusia
(PM-CMM) yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan perkembangan
perangkat lunak. Model kematangan manajemen manusia membatasi area praktik bagi
masyarakat perangkat lunak: rekruitmen, seleksi, manajemen unjuk kerja,
pelatihan, kompensasi, perkembangan karir, desain kerja dan organisasi, dan
perkembangan tim/kultur.
Masalah
Sebelum
proyek direncanakan, obyektivitas dan ruang lingkupnya harus ditetapkan,
pemecahan alternatifnya harus dipertimbangkan, teknik dan batas pun harus
didefinisikan.
Tanpa informasi
ini tidak mungkin melakukan estimasi biaya yang dapat dipertanggungjawabkan
(dan akurat); penilaian yang efektif terhadap risiko; merinci secara realistis
tugas-tugas proyek; atau jadwal proyek yang dapat dikelola yang memberikan
indikasi kemajuan yang berarti.
Proses
Proses
Proses perangkat lunak memberikan suatu kerangka kerja di mana rencana
komprehensif bagi pengembangan perangkat lunak dapat dibangun. Sejumlah kecil aktivitas kerangka kerja dapat
diaplikasikan pada semua proyek perangkat lunak, tanpa memperdulikan ukuran dan
kompleksitasnya. Aktivitas kerangka kerja disesuaikan dengan karakteristik
proyek perangkat lunak serta kebutuhan tim proyek. Akhirnya, aktivitas
pelindung seperti jaminan kualitas perangkat lunak, manajemen konfigurasi
perangkat lunak, dan pengukurannya melapisi model proses yang ada. Aktivitas
pelindung tidak tergantung pada satu aktivitas kerangka kerja dan ada pada
keseluruhan proses.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari arti pentingnya manajemen proyek perangkat lunak yaitu
dalam membangun sebuah proyek perangkat lunak perlu dilakukan sebuah tahapan
usaha mengontrol/mengendalikan yang berfokus pada tiga P yaitu : people
(manusia), problem (masalah), process (proses) dimana pada tahapan manusia dilakukan sebuah proses penseleksian atau model kematangan dan pada tahapan problem sebelum proyek direncanakan dibuatlah suatu obyektivitas dan ruang lingkupnya serta pemecahan alternatifnya sedangkan pada tahapan proses dibuat suatu rencana kerangka kerja yang komprehensif bagi pengembang perangkat lunak, untuk memastikan kualitas dan
ketepatan waktu penyelesaian yang baik pada saat sebuah proyek dilakukan.
Sumber : Roger S. Pressman, Ph.D. (1997). Rekayasa Perangkat Lunak: pendekatan praktisi (Buku I)
Sumber : Roger S. Pressman, Ph.D. (1997). Rekayasa Perangkat Lunak: pendekatan praktisi (Buku I)